<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>PPLH Puntondo</title>
	<atom:link href="http://pplhpuntondo.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pplhpuntondo.org</link>
	<description>Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Puntondo</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 12:32:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Eco Tourism Program</title>
		<link>http://pplhpuntondo.org/kabar-terkini/eco-tourism-program/</link>
		<comments>http://pplhpuntondo.org/kabar-terkini/eco-tourism-program/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Terkini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pplhpuntondo.org/?p=1551</guid>
		<description><![CDATA[Expert Advice Group (EAG) kembali melakukan kegiatan pertemuan pada awal April 2012 sebagai bagain dari proses sebelumnya untuk menuju Pengembangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Expert Advice Group (EAG) kembali melakukan kegiatan pertemuan pada awal April 2012 sebagai bagain dari proses sebelumnya untuk menuju Pengembangan PPLH menjadi Pusat Informasi Pesisir atau Development of The Coastal Information Centre PPLH Puntondo. Kegiatan ini adalah bagian dari visi An International a Sustainable Regional Development Through Tourism in The Coral Triangle.</p>
<p>Pada kegiatan kali ini dilakukan evaluasi paket program eko wisata yang telah dibuat oleh para mahasiswa dan tim PPLH Puntondo pada kurun waktu November 2011 – Februari 2012.</p>
<p>Para mahasiswa tersebut yaitu Damian dari IUNR Switzerland, Foltra dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS, Andita Fakultas Kehutanan UNHAS dan Tim PPLH Puntondo Mulyadi dan Siti Fatimah Ramadhani. Tim kerjasama ini disebut dengan IKE Team. Tim lain yang dibentuk untuk mendukung kegiatan ini adalah AKPAR Team yang terdiri dari 2 orang Mahasiswa spesialisasi Jasa Boga dan Room Service di bantu 2 orang dari PPLH Puntondo.<br />
Paket program ekowisata ini telah siap untuk promosikan, namun sebelumnya oleh para anggota EAG (Expert Advice Group) yang merupakan perwakilan dari IUNR Swiss, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS, Fakultas Kehutanan UNHAS, Akademi Pariwisata, PPLH Puntondo dan PanEco Swiss melakukan evaluasi program dengan bertindak sebagai tamu dan tim PPLH sebagai pemandu program.</p>
<p>Evaluasi program ini dilakukan pada Jumat, 6 April 2012 di PPLH Puntondo dengan kegiatan program Marine Life, SeaWeed dan Fish &amp; Grill.</p>
<p><a href="http://pplhpuntondo.org/kabar-terkini/eco-tourism-program/attachment/img_9723/" rel="attachment wp-att-1552"><img class="aligncenter  wp-image-1552" title="IMG_9723" src="http://pplhpuntondo.org/wp-content/uploads/2012/04/IMG_9723.jpg" alt="" width="3358" height="2519" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pplhpuntondo.org/kabar-terkini/eco-tourism-program/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Air</title>
		<link>http://pplhpuntondo.org/informasi/memahami-air/</link>
		<comments>http://pplhpuntondo.org/informasi/memahami-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 11:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pplhpuntondo.org/?p=1518</guid>
		<description><![CDATA[Terbayangkah kita ini hidup tanpa air? Sangat tidak mungkin. Tanpa makan, manusia bisa bertahan sampai beberapa minggu, tapi tanpa air, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Terbayangkah kita ini hidup tanpa air?</strong><br />
Sangat tidak mungkin. Tanpa makan, manusia bisa bertahan sampai beberapa minggu, tapi tanpa air, manusia hanya dapat bertahan hidup dalam beberapa hari. Begitu pula dengan kehidupan lain, seperti pepohonan, binatang dan makhluk hidup lain, tidak akan dapat bertahan tanpa air.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Air menguasai 3/4 permukaan bumi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ironisnya, 97 persen dari air tersebut tidak dapat diminum, karena terdiri dari air garam (air yang mengandung garam dan beberapa mineral lain). Sekitar 2 persen lainnya adalah air yang terdapat di Kutub Utara dan Selatan sebagai tudung es dan gletser. Memang ketika salju itu meleleh, kita dapat menggunakannya. Sayang sekali lokasinya jauh dari kehidupan manusia, sehingga kurang dapat dimanfaatkan secara optimal. Sementara hanya satu persen yang tersisa dari jumlah itu adalah air tanah, danau dan sungai yaitu air yang kita manfaatkan untuk kehidupan, baik untuk minum, transportasi, pemanasan dan pendinginan, industri, dan tujuan lain. Kelompok air terkecil (0,0001persen) terdapat di udara.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://pplhpuntondo.org/informasi/memahami-air/attachment/543216_289123954489254_830683579_n/" rel="attachment wp-att-1519"><img class="aligncenter size-full wp-image-1519" title="543216_289123954489254_830683579_n" src="http://pplhpuntondo.org/wp-content/uploads/2012/03/543216_289123954489254_830683579_n.jpg" alt="" width="400" height="263" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 2012 ini, UN-Water berkordinasi dengan badan PBB Food and Agriculture Organization (FAO) untuk melaksanakan kampanye Hari Air Sedunia (World Water Day). Puncak peringatan Hari Air Sedunia ini sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2012.</p>
<p style="text-align: justify;">Tema Hari Air Sedunia 2012. World Water Day 2012 mengambil tema “Water and Food Security” atau “Air dan Ketahanan Pangan”. Pemilihan tema tahun ini didasarkan pada realita bahwa air merupakan salah satu faktor mendasar dalam memproduksi pangan. Selain itu berdasarkan statistik, setiap manusia rata-rata meminum 2-4 liter air setiap harinya, dan dari jumlah tersebut, sebagian besar air yang diminum ‘terkandung’ dalam makanan yang dimakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di lain sisi, pertumbuhan penduduk bumi yang terus meningkat sedangkan sumber daya air relatif tetap. Karena itu Hari Air Sedunia 2012 yang mengambil tema “Water and Food Security” menjadi sangat tepat guna mengkampanyekan kepada semua penduduk bumi untuk lebih arif dalam menggunakan air demi menjamin ketahanan pengan dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pplhpuntondo.org/informasi/memahami-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulang Tahun Ke 10 PPLH Puntondo 15 Oktober 2001 – 15 Oktober 2011 &#8220;Sejauh Mana Laut Menopang Hidupku&#8221;</title>
		<link>http://pplhpuntondo.org/agenda/ulang-tahun-ke-10-pplh-puntondo-15-oktober-2001-%e2%80%93-15-oktober-2011-sejauh-mana-laut-menopang-hidupku/</link>
		<comments>http://pplhpuntondo.org/agenda/ulang-tahun-ke-10-pplh-puntondo-15-oktober-2001-%e2%80%93-15-oktober-2011-sejauh-mana-laut-menopang-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 05:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPLH Puntondo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pplhpuntondo.org/?p=1448</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan waktu telah mengantar Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo ke usia 10 Tahun yang dihitung dari hari peresmian lokasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1450" title="LOGOPPLH_SM" src="http://pplhpuntondo.org/wp-content/uploads/2011/10/LOGOPPLH_SM.jpg" alt="" width="120" height="100" />Perjalanan waktu telah mengantar Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo ke usia 10 Tahun yang dihitung dari hari peresmian lokasi ini pada tanggal 15 Oktober 2001.</p>
<p>Di dekade pertama ini PPLH terus berbenah diri untuk mengembangkan pendidikan lingkungan hidup yang berfokus di isu – isu kelautan dan masyarakat pesisir serta isu – isu lain yang mendukung perbaikan perilaku manusia terhadap lingkungan hidup agar kehidupan manusia lebih harmonis dan berjalan dinamis.</p>
<p>Momen kali ini dijadikan refleksi oleh PPLH Puntondo untuk melihat bagaimana kegiatan &amp; perilaku PPLH dan masyarakat Puntondo selama ini yang mendukung pelestarian kelautan dan pesisir Puntondo agar lebih baik dan menjadikan lingkungan laut dan pesisir menjadi tempat tinggal yang nyaman, aman dan lestari serta berkelanjutan.</p>
<p>Ulang Tahun ke 10 PPLH Puntondo mengangkat <strong><em>Tema ; Sejauh Mana Laut Menopang HidupKu. </em></strong>Tema ini sebagai renungan bahwa jika perilaku manusia terhadap laut baik maka laut akan menopang kehidupan manusia sehingga tercipta rasa cinta dan menghargai lingkungan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Habitat Se-Dunia dan Clean The World.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tujuan Kegiatan</strong></p>
<ol>
<li>Memperkuat ikatan kekeluargaan aktivis PPLH Puntondo</li>
<li>Memperkokoh dan mempertahankan hubungan PPLH dan masyarakat Puntondo</li>
<li>Meningkatkan rasa cinta dan peduli terhadap laut</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"> <img class="aligncenter size-medium wp-image-1449" title="2" src="http://pplhpuntondo.org/wp-content/uploads/2011/10/2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p><strong>Hasil Yang Diharapkan</strong></p>
<ol>
<li>Ikatan kekeluargaan aktivis PPLH Puntondo semakin erat</li>
<li>Hubungan silaturrahmi PPLH dan masyarakat Puntondo semakin kuat</li>
<li>Masyarakat semakin peduli dan cinta terhadap laut</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tema Kegiatan</strong></p>
<p>Sejauh Mana Laut Menopang HidupKu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bentuk &amp; Waktu Kegiatan</strong></p>
<p>Rangkaian kegiatan Ulang Tahun PPLH akan berlangsung selama 4 hari dimulai pada Rabu, 12 Oktober 2011 sampai dengan acara puncak pada Sabtu, 15 Oktober 2011</p>
<p>Dengan penjelasan sebagai berikut</p>
<p>Rabu, 12 Oktober 2011            : Pembukaan rangkaian kegiatan Lomba</p>
<p>: Lomba Staf = Melukis media kaos dengan getah pisang</p>
<p>Kamis, 13 Oktober 2011           :</p>
<p>Lomba Masyarakat</p>
<p>-          Kumpul sampah</p>
<p>-          Cari Biota laut</p>
<p>Jum’at, 14 Oktober 2011          :</p>
<p>Lomba Masyarakat</p>
<p>-          Dayung</p>
<p>-          Hasta karya</p>
<p>-          Menggambar tingkat SD</p>
<p>-          Melukis media ban tingkat SMP / SMA / umum</p>
<p>Sabtu, 15 Oktober 2011           :</p>
<p>Lomba staf</p>
<p>-          Merias wajah</p>
<p>-          Main bola musik</p>
<p>: Acara Puncak</p>
<p>-          Pentas Seni</p>
<p>-          Ceramah Agama (Laut dan Kehidupan)</p>
<p>-          Syukuran (pemotongan tumpeng)</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1451" title="IMG_1434" src="http://pplhpuntondo.org/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1434-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>-          Makan bersama</p>
<p>-          Pengumuman pemenang</p>
<p>-          Nonton film</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pplhpuntondo.org/agenda/ulang-tahun-ke-10-pplh-puntondo-15-oktober-2001-%e2%80%93-15-oktober-2011-sejauh-mana-laut-menopang-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mina Mata di Meja makan Kita</title>
		<link>http://pplhpuntondo.org/informasi/mina-mata-di-meja-makan-kita/</link>
		<comments>http://pplhpuntondo.org/informasi/mina-mata-di-meja-makan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 11:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPLH Puntondo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pplhpuntondo.org/?p=1437</guid>
		<description><![CDATA[ Ada Kadar merkuri dalam darah empat penduduk Teluk Buyat, Minahasa Selatan, baru-baru ini diberitakan melebihi normal (sekitar 20-50 mikrogram/liter). Kasus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1438" title="Minamata" src="http://pplhpuntondo.org/wp-content/uploads/2011/09/Minamata.jpg" alt="" width="1250" height="938" /> Ada Kadar merkuri dalam darah empat penduduk Teluk Buyat, Minahasa Selatan, baru-baru ini diberitakan melebihi normal (sekitar 20-50 mikrogram/liter). Kasus Minamata di Jepang, lebih empat dasawarsa lalu, muncul akibat keracunan merkuri dari ikan yang lautnya tercemar limbah merkuri industri di sekitarnya. Sudahkah ia tiba di meja makan kita juga? Ada yang bertanya, orang Jakarta, Surabaya, atau Medan, kota-kota besar pelabuhan yang dikepung industri disinyalir mengandung limbah berbahan berbahaya, termasuk logam berat merkuri, kadmium, dan arsen, masih bebas dan amankah sekarang makan ikan laut? Sudah sejak beberapa tahun lalu berita ihwal perairan laut kita tercemar limbah logam berat muncul tenggelam silih berganti. Bukan tak mungkin kondisi pencemaran semacam itu sudah lama berlangsung, tanpa kita tahu. Bisa jadi sebagai awam tanpa kita sadari sepenuhnya ketika hukum lingkungan tidak diindahkan. Tidak bakal timbul gejala mencret-mencret, mual, atau gejala keracunan lain sekiranya pun betul ikan, kerang, atau produk laut lain yang kita makan sudah tercemar merkuri. Juga andai kata kita tetap mengonsumsinya saban hari. Untuk sampai terkena penyakit Minamata perlu waktu lama, bukan cuma satu-dua bulan makan ikan tercemar saja. Minamata menimpa kita tergantung jenis ikan laut yang kita makan, seberapa kental laut (dan sedimennya) sudah tercemar merkuri, sudah berapakah lama kita mengonsumsinya, seberapa rentan tubuh kita menerima merkuri, dan usia kanak-kanak lebih rentan dibanding orang dewasa. Merkuri memasuki tubuh kita bisa dalam bentuk air raksa yang dipakai untuk termometer, langsung terhidu atau tertelan, sehingga merusak paru-paru dan ginjal. Dalam bentuk inorganik dipakai buat krim pemutih kulit (disinyalir masih banyak dijual sampai sekarang), sedang dalam bentuk methylmercury terbawa dalam ikan laut dan produk laut lainnya. Merkuri yang masuk ke dalam tubuh akan terus terakumulasi, berdikit-dikit, lama-kelamaan kadarnya dalam darah semakin meningkat. Merujuk kepada standar WHO, baru setelah kadarnya dalam darah melampaui 200 mikrogram/liter, penyakit Minamata mulai muncul, sedang kadar normal kurang dari 8 mikrogram/liter. Kasus Minamata memerlukan waktu puluhan tahun sebelum muncul. Kita sendiri tidak persis tahu sudah seberapa kental pencemaran laut di kota-kota besar kita. Penelitian yang berbeda di Buyat sendiri memperoleh hasil yang tidak sama. Penelitian tentang itu tidak seluruhnya jelas dan publik memahaminya. Bersikap sama sekali menjauhi ikan laut dari meja makan juga agaknya tidak bijak, sebab semakin tua usia kita, mengonsumsi ikan laut justru menyehatkan. Sebaliknya tetap bebas keranjingan makan ikan, kita dihantui rasa was-was, apa tubuh kita tidak bakal tercemar merkuri? Sejak Minamata dikenal medis, banyak penelitian dilakukan. Dari sana kita justru perlu memanfaatkan pengetahuan keracunan merkuri sebanyak mungkin, agar sejarah Minamata tidak sampai terulang menimpa kita. Pelajaran itu, antara lain, bahwa jenis ikan berukuran besar, seperti tuna, ikan pedang-pedangan (swordfish), hiu, dan sejenisnya dari laut tercemar merkuri mengandung merkuri lebih tinggi dibanding yang dikandung jenis ikan kecil. Maka sekiranya mencurigai ikan yang kita konsumsi berasal dari laut tercemar merkuri, jangan pilih mengonsumsi ikan berjenis besar. Masalahnya kita tidak tahu apakah laut asal ikan yang kita konsumsi sudah tercemar merkuri. Ikan di Jakarta juga datang dari Indramayu, Cirebon, Semarang, atau Cilacap. Barangkali keberadaan industri di dekat perairan laut itu sendiri, bisa dijadikan indikasi kecurigaan akan pencemaran laut di dekatnya. Jenis ikan yang habitatnya lebih dekat ke dasar laut (kerapu, lobster, misalnya), tentu lebih pekat kandungan cemaran merkuri dalam dagingnya sekiranya sedimen dasar lautnya sudah dicemari merkuri. Untuk sampai terserang Minamata diperlukan waktu puluhan tahun, itupun harus dengan rutin mengonsumsi produk laut yang sama. Kita sendiri yang bukan nelayan setempat tentu tidak setiap hari makan ikan laut yang berasal dari laut yang belum tentu sama, dan tidak selalu mengonsumsi jenis ikan besar. Maka, mestinya kecil kemungkinan berisiko keracunan merkuri, kecuali kita memang mengonsumsi ikan bermerkuri, betapa kecil pun, cepat atau lambat merkuri yang terakumulasi dalam tubuh, mungkin setelah puluhan tahun ke depan, bisa saja memunculkan penyakit Minamata. Sebetulnya jauh lebih berbahaya bagi para ibu yang kepingin kulit wajahnya seputih tembok, dan memilih krim pemutih sembarangan. Krim yang dijual bebas, yang tak jelas apa kandungan bahan berkhasiatnya, tak sedikit yang berisi merkuri. Baru-baru ini pihak BPOM Depkes menarik banyak merk jenis krim pemutih dari pasaran, lantaran terbukti mengandung bahan merkuri, dengan akibat yang kurang lebih sama. Repotnya, kerusakan saraf yang ditimbulkan oleh Minamata sehingga menyisakan kecacatan tubuh, tremor, gerakan tangan dan kaki yang abnormal, kelumpuhan lengan atau tungkai, tak mungkin bisa dipulihkan kembali. Saya kira, warga di luar Teluk Buyat, belum perlu takut makan ikan laut, sambil tetap waspada terhadap kemungkinan pencemaran pada hari-hari ke depan nanti. Karena kalau hukum lingkungan kita masih dibiarkan lumpuh, hampir pasti merkuri cepat atau lambat akan tiba juga ke meja makan kita. Termasuk jika kita suka jajan kerang rebus. Pada ibu hamil, merkuri meracuni anak yang dikandung sehingga anak berkembang menjadi dungu, kalau bukan autisme. Padahal kita sadar betul buat anak-anak ikan laut sendiri sungguh mencerdaskan selain bikin sehat jantung serta otak kakek-neneknya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pplhpuntondo.org/informasi/mina-mata-di-meja-makan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tadabbur alam</title>
		<link>http://pplhpuntondo.org/agenda/tadabbur-alam-4/</link>
		<comments>http://pplhpuntondo.org/agenda/tadabbur-alam-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 09:47:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPLH Puntondo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pplhpuntondo.org/?p=1415</guid>
		<description><![CDATA[Bulan suci Ramadhan akan segera tiba, alangkah baiknya, diisi dengan kegiatan yang menambah kekhusyukan dan amal ibadah kita sebagai hamba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1419" title="tuhan" src="http://pplhpuntondo.org/wp-content/uploads/2011/07/tuhan3.jpg" alt="" width="217" height="196" /></p>
<p>Bulan suci Ramadhan akan segera tiba, alangkah baiknya, diisi dengan kegiatan yang menambah kekhusyukan dan amal ibadah kita sebagai hamba Allah. Alam atau Lingkungan Hidup sangat erat kaitannya dengan peran manusia sebagai khalifah atau pemimpin di Bumi ini. Alam dalam Al-Quran banyak disebutkan sebagai hal yang perlu dijaga dan dikelola dengan baik agar selalu memberikan hasil yang optimal. Siswa sekolah sebagai generasi muda sebaiknya dibekali dengan IMTAQ yaitu Iman dan Taqwa yang akan membimbingnya dalam mengelola alam ini.</p>
<p><strong>Tujuan</strong></p>
<p>-          Meningkatkan hubungan manusia dengan  Allah SWT</p>
<p>-          Meningkatkan hubungan manusia dengan sesama manusia</p>
<p>-          Meningkatkan hubungan manusia dengan lingkungan</p>
<p><strong>Waktu dan Tempat</strong></p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Ahad selama bulan Ramadhan yang dibagi menjadi 3 periode. Kegiatan ini bertempat di PPLH Puntondo</p>
<p><strong>Peserta </strong></p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA dan setingkatnya. Setiap periode diikuti oleh maksimal 32 orang.</p>
<p><strong>Materi</strong></p>
<p>Materi dibagi dalam 3 Periode</p>
<ol>
<li>Pelestarian hutan dalam Perspektif Islam</li>
<li>Keanekaragaman sumber daya laut dalam Al-Quran</li>
<li>Konservasi Air dalam Al-Quran</li>
<li>Kebersihan sebagian daripada Iman</li>
<li>Games Lingkungan</li>
</ol>
<p><strong>Pemateri</strong></p>
<ol>
<li>Drs. Ahmad Kadir</li>
<li>PPLH Puntondo</li>
</ol>
<p><strong>Tahapan Kegiatan ( tentatif)</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="205">Waktu</td>
<td valign="top" width="205">Kegiatan</td>
<td valign="top" width="205">Tempat</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">Hari ke-1</td>
<td rowspan="2" valign="top" width="205">&nbsp;</p>
<p>Cek in Penginapan</p>
<p>Pembukaan</p>
<p>Perkenalan Peserta</p>
<p>Perkenalan PPLH keliling</td>
<td rowspan="2" valign="top" width="205">&nbsp;</p>
<p>Ruang Seminar</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">10.00 – 12.30</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">12.30 -14.00</td>
<td valign="top" width="205">Sholat Dzuhur Berjamaah</p>
<p>Tadarrus Al-Quran</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">14.00 – 15.30</td>
<td valign="top" width="205">- Materi Keanekaragaman SDA Laut dalam Al-Quran/ Pelestarian hutan dalam Perspektif Islam/Konservasi Air dalam Al-Quran</p>
<p>-    Games Lingkungan</td>
<td valign="top" width="205">Ruang Seminar</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">15.30 – 16.30</td>
<td valign="top" width="205">Sholat Ashar Berjamaah</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">16.30    – 17.30</td>
<td valign="top" width="205">Belajar di alam</p>
<p>-          ekosistem lamun</p>
<p>-          ekosistem mangrove</td>
<td valign="top" width="205">&nbsp;</p>
<p>Pantai dan Hutan Mangrove</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">17.30 – 18.00</td>
<td valign="top" width="205">Bersih-bersih</p>
<p>Persiapan Buka Puasa</td>
<td valign="top" width="205">&nbsp;</p>
<p>Restoran PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">18.00 – 18.15</td>
<td valign="top" width="205">Buka Puasa ( Tajil)</td>
<td valign="top" width="205">Restoran PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">18.15  &#8211; 18.45</td>
<td valign="top" width="205">Sholat Maghrib</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">18.45 – 19.20</td>
<td valign="top" width="205">Makan Malam</td>
<td valign="top" width="205">Restoran PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">19.20 – 21.00</td>
<td valign="top" width="205">Sholat Isya</p>
<p>Ceramah Tarawih “Keanekaragaman sumber daya laut dalam Al-Quran”/ “Pelestarian Hutan dalam Perspektif Islam”/Konservasi air dalam Al-Quran</p>
<p>Sholat Tarawih</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">21.00 – 02.30</td>
<td valign="top" width="205">Tidur</td>
<td valign="top" width="205">Penginapan</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">Hari ke-2</td>
<td rowspan="2" valign="top" width="205">&nbsp;</p>
<p>Sholat Tahajjud</td>
<td rowspan="2" valign="top" width="205">&nbsp;</p>
<p>Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">02.30 – 03.30</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">03.30 – 04.10</td>
<td valign="top" width="205">Sahur</td>
<td valign="top" width="205">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">04.10 – 05.00</td>
<td valign="top" width="205">Persiapan sholat</p>
<p>Sholat Shubuh</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">05.00 – 06.00</td>
<td valign="top" width="205">Tadarrus Al-Quran</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">06.00 – 08.00</td>
<td valign="top" width="205">Istirahat</p>
<p>Mandi Pagi</td>
<td valign="top" width="205">Penginapan</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">08.00 – 08.30</td>
<td valign="top" width="205">Sholat Dhuha</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">08.30 – 10.00</td>
<td valign="top" width="205">Belajar di alam “</p>
<p>Kebersihan sebagian daripada iman”</p>
<p>Praktek pengolahan sampah  ( daur ulang kertas, souvenir dari limbah)</td>
<td valign="top" width="205">Lokasi PPLH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="205">10.00 – 11.00</td>
<td valign="top" width="205">Evaluasi dan Penutupan</td>
<td valign="top" width="205">Mushollah PPLH</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Biaya Program</strong></p>
<p>Setiap peserta mendapat fasilitas Konsumsi, Fasilitas Penginapan dan Ruang Pertemuan, Bahan Praktek Pengolahan Sampah, Sertifikat. Setiap peserta dikenakan biaya sebesar <strong>Rp. 1</strong><strong>1</strong><strong>0.000</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pplhpuntondo.org/agenda/tadabbur-alam-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

